Konsolidasi Menguat di Akar Rumput, DPC Partai Gerakan Rakyat Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan untuk Periode 2026–2031

Upaya memperkuat struktur organisasi terus digencarkan oleh Partai Gerakan Rakyat sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi Pemilu 2029. Di Kabupaten Lombok Tengah, langkah tersebut diwujudkan melalui pengukuhan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di delapan kecamatan. Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa partai tidak hanya fokus pada wacana politik, tetapi juga serius membangun fondasi organisasi yang kokoh hingga tingkat akar rumput.

Pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Rakyat Nusa Tenggara Barat dalam sebuah agenda konsolidasi yang berlangsung di Sekretariat DPD PGR Lombok Tengah, Dusun Gabak, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat. Dengan masa bakti 2026–2031, para pengurus yang dilantik kini memegang mandat untuk menggerakkan roda organisasi, memperluas jaringan kader, serta memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

Langkah ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Dalam konteks politik elektoral, keberadaan DPC yang aktif dan terorganisir menjadi tulang punggung partai dalam membangun basis dukungan. Tanpa struktur yang efektif di tingkat kecamatan, partai akan kesulitan menjangkau aspirasi warga secara langsung. Oleh karena itu, penguatan organisasi di Lombok Tengah menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.

Kegiatan pengukuhan turut dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan figur yang memiliki pengaruh di daerah. Kehadiran Lalu Ranggalawe dan Miq Geboh memberikan dorongan moral sekaligus memperlihatkan bahwa konsolidasi Partai Gerakan Rakyat mendapat perhatian luas. Dukungan ini mempertegas bahwa partai tengah membangun komunikasi yang inklusif dengan berbagai elemen masyarakat.

Secara formal, pengukuhan DPC ini merujuk pada Surat Keputusan DPW PGR NTB Nomor: A25/52/keputusan/DPWGR/KAS/I/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 20 Januari 2026. SK tersebut ditandatangani oleh Ketua DPW PGR NTB, Lalu M. Patawari, sebagai bentuk legitimasi organisasi. Dengan dasar hukum yang jelas, struktur kepengurusan yang dibentuk memiliki kekuatan administratif untuk menjalankan program dan aktivitas partai sesuai regulasi.

Sekretaris DPW PGR NTB, M. Jaelani, menjelaskan bahwa pembentukan delapan DPC di Lombok Tengah telah disesuaikan dengan kebutuhan verifikasi partai peserta Pemilu 2029. Jumlah tersebut dinilai telah memenuhi syarat minimal administratif. Strategi ini menunjukkan pendekatan yang realistis dan terukur—mengutamakan efektivitas dalam tahap awal sebelum memperluas struktur ke seluruh kecamatan.

Kepengurusan yang dibentuk pun dirancang secara efisien. Model organisasi yang tidak terlalu gemuk memungkinkan koordinasi berjalan lebih cepat dan fokus. Setelah partai resmi ditetapkan sebagai peserta pemilu, ekspansi kepengurusan akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Lombok Tengah. Dengan demikian, konsolidasi saat ini adalah fondasi awal sebelum penguatan yang lebih luas.

Di tingkat nasional, Partai Gerakan Rakyat telah membentuk kepengurusan DPW di seluruh provinsi Indonesia. Sementara di Nusa Tenggara Barat, struktur DPD telah rampung di 10 kabupaten/kota. Fakta ini menunjukkan bahwa penguatan di Lombok Tengah bukan langkah parsial, melainkan bagian dari gerakan nasional yang terintegrasi. Dengan struktur yang semakin lengkap dari pusat hingga daerah, kesiapan partai menghadapi kontestasi politik semakin matang.

Delapan kecamatan yang kini memiliki DPC aktif meliputi Janapria, Kopang, Praya Barat Daya, Praya Barat, Praya Timur, Praya, Pujut, dan Batukliang. Masing-masing DPC dipimpin oleh ketua, sekretaris, bendahara, serta beberapa posisi wakil untuk memastikan kerja kolektif berjalan efektif. Komposisi ini dirancang untuk memperkuat fungsi organisasi, mulai dari rekrutmen kader hingga penguatan jaringan dukungan masyarakat.

Pengukuhan ini membawa pesan tegas bahwa Partai Gerakan Rakyat tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam peta politik daerah. Partai berupaya hadir sebagai kekuatan yang terstruktur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Konsolidasi hari ini adalah investasi politik yang menentukan arah perjuangan ke depan.

Dengan struktur yang semakin solid, dukungan tokoh masyarakat, serta strategi yang disusun secara sistematis, Partai Gerakan Rakyat optimistis mampu memperluas pengaruhnya di Lombok Tengah. Tantangan menuju Pemilu 2029 tentu tidak ringan, namun fondasi organisasi yang kuat menjadi modal utama untuk bersaing secara sehat dan demokratis.

Pada akhirnya, pengukuhan DPC ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari kerja-kerja politik yang lebih intensif dan terarah. Dengan barisan yang semakin rapi dan komitmen yang terus diperkuat, Partai Gerakan Rakyat menatap masa depan dengan keyakinan penuh—membangun gerakan politik yang berakar di masyarakat dan siap memberi kontribusi nyata bagi demokrasi daerah.